Senin, 07 April 2008

Motor lage

Smua pake motor, dari tukang sayur, tukang buah, dari ibu sampe anak sekolah. Smua skarang beralih ke motor. Tiap pagi, hampir tiap rumah di gang ku nyalain motor. Suaranya rame, kaya bengkel ajah. Belom suara klakson dipencet. Makin meriah deh.

Sudah nggak aneh lagi, motor menjamur dimana-mana. Kalo dulu tiap rumah memiliki sepede, kini tiap rumah punya motor. Dari yang motor bebek sampe yang model sport. Motor sudah bukan barang mewah lagi. Tapi berubah menjadi barang primer yang dimiliki tiap keluarga.

Harga motor yang terjangkau, memungkinkan tiap keluarga bisa memilikinya. Bahkan kini kepemilikan pun bisa dengan sistem kredit. Dengan atau tanpa uang muka, asal syarat-syaratnya terpenuhi bisa bawa pulang motor.

Perusahaan motor seperti Yamaha, Honda, Suzuki, Bajaj dan sebagainya tiap tahun ngluarin model baru. Dari type sport sampe model matic. Pilihan warna, teknik pengapian dan sebagainya menjadi unggulan tiap perusahaan.

Kenapa motor

"Murah, dan terjangkau", begitu kata Kang Somad tukang ojek depan gang.

Harga motor baru berkisar antara 10 juta sampe puluhan juta memungkin masyakarat bisa memilikinya.

Selain itu bentuk motor yang simpel, memudahkan pengendaranya untuk melakukan perjalanan jauh, tapi bisa melewati gang-gang sempit. Dan tentunya tidak memerlukan ruang parkir yang luas. Mau kepasar , nganter anak ke sekolah bisa dilakukan dengan motor.

Teknologi yang makin canggih membuat motor jaman sekarang irit. Untuk jarak 5 km PP, aq hanya ngisi bensin 3 liter untuk 2 minggu. Nggak tahu itung2anya gimana, yang pasti menurutku itu irit banget.

Yang pasti, sekarang sebagain masyarakat dah mabok motor. Setiap pagi smua motor kluar menuhin jalan raya dengan berbagai tujuan. Akibatnya ya jalanan jadi macet. Karena nggak kebagain jalan banyak motor yang naik trotoar, ato lebih bahaya lagi nglawan arus. Dan lebih galak lagi dah tau naik trotoar yang jelas-jelas buat pejalan kaki, main klakson ditambah marah-marah lagi. Sungguh pengendara yang aneh.

Lebih parahnya, sekarang mereka membentuk gang-gang. Dan salah satu kegiatannya tentunya dengan arak-arakan ke suatu tempat. Istilah mereka "touring". Konvoi dengan motor, memakai jaket kebanggaan dengan merek tertentu bawa bendera. Tapi niatnya bukan untuk refresing, tapi lebih ke bikin onar di jalanan. Mereka adalah raja jalanan. Semua orang disuruh minggir. Kalo nggak minggir diketok pake gagang bendera mereka. Apa mau lu kawan? Sangat memuakan?

Kalo nyampe Jakarta, disetiap perempatan atau lampu merah, pasti urutan paling depan motor semua. Jumlahnya sampe ratusan. Dan ketika lampo hijau nyala, layaknya lomba superbike, semua langsung tancap gas. Tanpa peduli keselamatan sendiri dan apalagi orang lain.

Sudah sering lihat korban kecelakaan yang disebabkan oleh motor. Baik yang karena nrobos lampu merah, ketidakmahiran pengemudinya, atau karena tersenggol kendaraan lain. Motto mereka adalah itu sudah takdir.

Tidak ada komentar: